Update – JurnalGlobal https://jurnalglobal.com Berita Global Terkini Tue, 29 Oct 2019 14:32:47 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.2 https://jurnalglobal.com/wp-content/uploads/2019/09/JG-Fav-16-90x90.png Update – JurnalGlobal https://jurnalglobal.com 32 32 Universitas Islam Lamongan Refleksi Sumpah Pemuda oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia https://jurnalglobal.com/universitas-islam-lamongan-refleksi-sumpah-pemuda-oleh-pengurus-komisariat-pergerakan-mahasiswa-islam-indonesia/ https://jurnalglobal.com/universitas-islam-lamongan-refleksi-sumpah-pemuda-oleh-pengurus-komisariat-pergerakan-mahasiswa-islam-indonesia/#respond Tue, 29 Oct 2019 14:31:45 +0000 https://jurnalglobal.com/?p=460 Lamongan – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII), Senin lalu pukul 19.30 Wib di Alun – Alun Kabupaten Lamongan melaksanakan Aksi

The post Universitas Islam Lamongan Refleksi Sumpah Pemuda oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia appeared first on JurnalGlobal.

]]>
Lamongan – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII), Senin lalu pukul 19.30 Wib di Alun – Alun Kabupaten Lamongan melaksanakan Aksi dalam rangka Refleksi Sumpah Pemuda oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK. PMII) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Veteran dengan penanggung jawab Doni Prasetyo Ketua PK. PMII Unisla Veteran Masa Khidmat.

Pengertian lingkungan sehat adalah lingkungan yang terhindar dari hal hal yang menyebabkan gangguan kesehatan seperti limbah cair, limbah padat dan limbah gas. Juga terhindar dari binatang binatang pembawa bibit penyakit, zat kimia berbahaya, polusi suara berlebihan serta hal hal lain. Untuk mendapatkan dan menerapkan pengertian lingkungan sehat, ada banyak aspek yang harus dipenuhi dan selalu diperhatikan.

Tanpa adanya lingkungan yang sehat maka kehidupan yang sehatpun sulit didapat. Semua perlu kesadaran dari keseluran individu. Bukankah kesehatan merupakan kenikmatan yang tiada tara.

Masih banyak yang kurang sadar akan pentingnya kesehatan ketimbang uang, perekonomian yang tinggi bukan menjamin kesehatan itu sendiri tapi kesehatan yang baik juga menjadi faktor penunjang perekonomian yag baik pula.

Mari kita renungkan kembali kesehatan merupakan hal yang indah untuk diwariskan dimasa mendatang dan kita sebagai pemuda semestinya menjaga lingkungan sehat untuk diwariskan kepada penerus kita kelak. Semoga dengan ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar, Senin (28/10/19)

Waliul Abdi mengatakan, Indonesia merdeka dengan perjuangan melalui Sumpah Pemuda, Pertanyaan saya yang harus kalian tanamkan pada diri kalian selaku anak dan generasi penerus, apakah kalian hanya diam diri di tempat, Apakah kalian akan melakukan perubahan untuk Indonesia tercinta ?

“Ini kami pemuda yang masih bisa menjaga kota Kabupaten Lamongan ini, bagaimana kita bisa membuat perubahan di Kabupaten Lamongan, baik buruknya Negara dan Kabupaten Lamongan adalah tergantung para pemudanya, Kita Harus berpikir bagaimana Kabupaten Lamongan ini semakin maju.

Doni Prasetyo Ketua PK. PMII Unisla Veteran Masa Khidmat 2019-2020 menuturkan, malam ini kita berada di sini untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, dalam acara ini kita adalah satu komando dan satu tujuan.

Hari ini setiap rayon di persilakan membacakan puisinya untuk membuktikan eksistensi kita kepada semesta.

Rizal Ketua Rayon Keadilan berujar, Kita tahu di momen ini Pemuda Indonesia berkumpul mengucapkan janji, kita Pemuda Lamongan pun berjanji dalam hati kita, Ada kesenjangan sosial, ada ketidak adilan sosial, Maka kita Pemuda Lamongan khususnya mahasiswa wajib melawan ketika ada tidak keadilan.

Permasalahan di Kabupaten Lamongan sangat banyak mulai dari banjir dan tanah kering dan juga banyak sampah di antara Kecamatan Pucuk sampai Kecamatan Laren, dan pemerintah menutup tangan mengenai limbah, maka kita harus optimis memperjuangkan satu komando.

Massa mengucapkan Sumpah Mahasiswa ;

1) Di sini segelintir mahasiswa Unisla Veteran yang mengenang hari Sumpah Pemuda.

2) Mulai detik ini kita wajib memperjuangkan masyarakat, Lamongan saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja, masih banyak kendala kendala masih banyak ketimpangan aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang sudah diberikan kepada masyarakat.

Massa melaksanakan kegiatan penyalaan lilin dan dilanjutkan Aksi Teatrikal yang berjudul “Pemuda Untuk Lamongan”, pukul 21.30 WIB Massa menutup aksinya dengan membaca surat Al-Fatihah lalu membubarkan diri. (RFA)

The post Universitas Islam Lamongan Refleksi Sumpah Pemuda oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia appeared first on JurnalGlobal.

]]>
https://jurnalglobal.com/universitas-islam-lamongan-refleksi-sumpah-pemuda-oleh-pengurus-komisariat-pergerakan-mahasiswa-islam-indonesia/feed/ 0
Zulfikar Fuad: Rumah Kami Ya Rumah Mereka https://jurnalglobal.com/zulfikar-fuad-rumah-kami-ya-rumah-mereka/ https://jurnalglobal.com/zulfikar-fuad-rumah-kami-ya-rumah-mereka/#respond Sat, 05 Oct 2019 12:35:35 +0000 https://jurnalglobal.com/?p=211 Sukadana – Kader PDI Perjuangan yang juga Ketua Bidang Humas, Media dan Teknologi Informasi DPP Sedulur Jokowi, Zulfikar Fuad, mengumumkan pencalonan dirinya

The post Zulfikar Fuad: Rumah Kami Ya Rumah Mereka appeared first on JurnalGlobal.

]]>
Sukadana – Kader PDI Perjuangan yang juga Ketua Bidang Humas, Media dan Teknologi Informasi DPP Sedulur Jokowi, Zulfikar Fuad, mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Bupati Lampung Timur periode 2021-2026 dalam Pilkada serentak tahun 2020. Bang Zul — sapaan akrab Zulfikar Fuad — mengatakan, bahwa pencalonan dirinya adalah bentuk tanggung jawab untuk membangun tanah leluhur.

“Saya lahir dan tumbuh besar di Lampung Tengah lama, yang sekarang menjadi Lampung Tengah, Metro dan Lampung Timur. Ibu saya Asmarawati dari Sukadana, Lampung Timur. Masa kecil saya dihabiskan di Sukadana bersama kakek Abdul Wahid bin Soleh glr Cekaro, nenek Rohaila binti Haji Abdullah dan paman Zaenal Abidin Wahid glr Suttan Paku Alam. Saya juga sempat sekolah di SD Negeri 1 Sukadana. Kalau saya pulang kampung dan berniat membangun Lampung Timur, itu sudah menjadi kewajiban hidup saya. Diminta atau tidak diminta, sudah menjadi kewajiban hidup saya,” tutur Zulfikar Fuad di hadapan awak media di Kebun Trubus, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019).

Zulfikar Fuad mengisahkan, ia banyak belajar dari kakeknya, Abdul Wahid, sosok pengusaha dan tokoh masyarakat Sukadana yang tergolong sukses pada masanya. Kendati Abdul Wahid memiliki banyak toko dan ladang, ia sangat rendah hati dan menjalin persaudaraan dengan semua suku bangsa di Lampung Timur.

“Sidi Abdul Wahid adalah teladan pemimpin yang mengayomi semua golongan. Ia bersaudara dengan keluarga kita dari suku Jawa, Bali dan Tionghoa, tapi tak ada satu pun yang dibedakan. Rumah kami ya rumah mereka. Dapur kami ya dapur mereka. Makanan yang kami makan juga sama untuk mereka. Mereka susah, kami juga merasakan kesusahannya. Sampai dengan hari ini anak cucu masih menjalin persaudaraan,” kata Zulfikar Fuad, mengenang sang kakek.

Bang Zul mengatakan, bahwa niatnya mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Timur 2021-2026 muncul sejak pulang kampung beberapa waktu lalu. Ia prihatin menyaksikan pembangunan Lampung Timur yang jauh tertinggal dibandingkan kabupaten lainnya se-Provinsi Lampung. Karena itu, ia terpanggil untuk memacu percepatan dan pemerataan pembangunan Lampung Timur.

“Ketika beberapa kali pulang kampung ke Sukadana dan keliling Lampung Timur, saya merasakan aura tahun 80-an di masa saya kanak-kanak. Jalan penghubung antar kampung dan kabupaten di mana-mana rusak dan berlubang. Di sektor pertanian, bapak-bapak petani masih mengeluh persoalan yang sama; pupuk, bibit, air dan harga jual. Tidak ada perubahan substantif, lebih-lebih yang monumental di Lampung Timur. So, Lampung Timur butuh pemimpin yang membawa terobosan sehingga bisa melakukan perubahan besar,” terang Zulfikar Fuad.

Zulfikar Fuad bersama Ir. Suruno Danu

Zulfikar Fuad bersama Ir. Surono Danu, “Bapak Petani Indonesia” dan penemu benih padi republik “MSP”.

Program Unggulan “Pak Lik & Bu Lik”

Zulfikar Fuad mengaku hatinya tersentuh, ketika keluarga besar, teman-teman dan warga Lampung Timur menyampaikan berbagai keluhan yang intinya prihatin tentang keadaan hidup masyarakat Lampung Timur yang sebagian besar petani, nelayan, pedagang dan PNS masih dalam keadaan serba terbatas dan sulit berkembang. “Bahkan, banyak petani di pedesaan yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan turun-temurun karena seumur-umur berkutat dalam persoalan pertanian yang sama, yakni keterbatasan pupuk, bibit dan air serta fluktuasi harga jual produk pertanian,” ungkap Zulfikar Fuad.

Karena itu, untuk mengatasi keterbatasan pupuk, bibit dan air serta fluktuasi harga jual produk pertanian dan demi meningkatkan produktifitas pertanian, perkebunan dan peternakan yang menjadi tumpuan perekonomian masyarakat Kabupaten Lampung Timur, Zulfikar Fuad menawarkan terobosan berupa pendirian BUMD Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan untuk ditugaskan memproduksi Pupuk Organik Republik (“Pak Lik”) dan Bibit Unggul Republik (“Bu Lik”) dalam skala besar, sekaligus mengelola promosi, pemasaran dan penjualan produk pertanian dengan manajemen agrobisnis yang profesional.

Zulfikar Fuad memaparkan, BUMD Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan ini nantinya harus dipimpin dan dikelola oleh profesional di bidang agrobisnis yang tak hanya paham memproduksi pupuk dan bibit serta memenuhi berbagai kebutuhan mendasar petani, tapi juga mampu mengelola tata niaga pertanian dari hulu ke hilir, mampu membuka pasar baru di tingkat nasional dan global, serta mampu mengendalikan harga jual produk pertanian.

“Berbeda dengan BUMD pada umumnya yang kerap kembang-kempis dan menjadi ladang korupsi dana APBD, BUMD Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang kami gagas ini tidak bergantung pada APBD, melainkan pendanaan pasar modal. Awalnya saja saat pendirian kita pakai dana APBD, pengembangan selanjutnya melantai di Bursa Efek Indonesia atau Go Public untuk menghimpun modal investor pasar modal, sehingga BUMD ini nantinya tumbuh sebagai institusi bisnis yang transparan, profesional dan menguntungkan bagi petani. Menciptakan lapangan kerja dan lapangan usaha bagi mayarakat Lampung Timur,” papar Zulfikar Fuad, yang juga perencana keuangan kualifikasi internasional, CFP.

Di sisi lain, Zulfikar Fuad berpandangan, untuk memacu percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Timur yang jauh tertinggal juga dibutuhkan terobosan besar. Membangun infrastuktur dengan cepat dan merata tidak cukup mengandalkan kontraktor. Demikian juga pembiayaan pembangunannya tidak cukup mengharapkan dari APBD Kabupaten Lampung Timur. Karena itu, ia menawatkan terobosan berupa pendirian dan penugasan BUMD Bidang Infrastruktur, dengan dukungan pembiayaan investor pasar modal yang dihimpun melalui Bursa Efek Indonesia.

“Kontraktor lokal tetap perlu didukung dan dibina agar berkembang. Tapi tidak bisa bergantung dengan kontraktor saja. Kalau bergantung dengan kontraktor, target volume pekerjaan, waktu dan kualitas sulit tercapai. Begitu juga pembiayaan pembangunan infrastruktur secara masif, tidak cukup mengandalkan APBD Kabupaten Lampung Timur. Bayangkan yang harus kita bangun dalam lima tahun atau satu periode jabatan adalah jalan kampung dan kabupaten di seluruh Kabupaten Lampung Timur. Perjuangan kita adalah melakukan perubahan besar, karena itu juga memerlukan terobosan besar,” tegas Zulfikar Fuad.

Di akhir perbicangan dengan awak media, Zulfikar Fuad mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, keluarga besar dan masyarakat Lampung Timur yang berkontribusi membantu pemenangannya dalam pemilihan Bupati Lampung Timur tahun 2020 mendatang.

“Mohon doa restu dan dukungan Bapak/Ibu seluruh masyarakat Lampung Timur untuk pencalonan saya dalam pemilihan Bupati Lampung Timur 2020. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut bersama-sama dalam satu gerbong besar; bergerak, berkontribusi dan berpartisipasi dalam perjuangan membangun Lampung Timur. Tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melalui alam semesta. Tidak ada kekuasaan yang hakiki kecuali kuasa Allah SWT. Terimakasih, terima kasih, terima kasih,” pungkas Zulfikar Fuad. (Ucok)

The post Zulfikar Fuad: Rumah Kami Ya Rumah Mereka appeared first on JurnalGlobal.

]]>
https://jurnalglobal.com/zulfikar-fuad-rumah-kami-ya-rumah-mereka/feed/ 0