Surabaya, – jurnalglobal. com. Surabaya yang dulu terkenal dengan Gang Dolly, dan namanya terkenal sampai mancanegara. Sayangnya, kemarin nama Gang Dolly dikenal bukan karena prestasi yang membanggakan atau terdapat sesuatu yang layak untuk dikunjungi, layaknya tempat wisata. Akan tetapi Dolly dikenal sebagai pusat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara.

Untuk menghapus kesan negatif tentang gang dolly, Walikota Surabaya bersama Muspida  dan didukung masyarakat pada 18 Juni 2014 secara resmi menutup Gang Dolly. Keberanianya walikota perempuan pertama di Surabaya ini sesungguhnya merupakan upaya penegakkan Perda No 7 tentang Pelarangan Penggunaan Tempat/ Bangunan untuk Perbuatan Asusila atau Pemikatan Perbuatan Asusila.

Penutupan gang dolly ditindaklanjuti dengan berbagai program rehabilitasi bagi para mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan menjadikan dolly sebagai sentra ekonomi dan pusat belajar bahasa Kampung Inggris. “Kebijakan Walikota Risma, disikapi berbeda oleh sebagian orang. Mereka menganggap penutupan ini tak adil dan terus melakukan gugatan ke pengadilan,” tutur Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda PC GP Anshor Surabaya Abdul Holil, Selasa (4/9) kemarin.

Pada Senin 3 September, di Pengadilan Negeri Surabaya, berkumpul 2 kelompok massa, baik yang menerima penutupan maupun penolakan dolly untuk mendengarkan putusan gugatan warga terhadap keputusan walikota tentang penutupan dolly. Dari kubu yang menolak terdiri dari eks psk, mantan pemandu lagu, dan pekerja eks lokalisasi  yang di pimpin Amin.

Sementara dari kelompok yang menolak terdiri dari elemen GP Anshor, IPP NU, Fatayat NU, Karang Taruna, dan elemen masyarakat lainnya. “Tuntutan kami sudah jelas, agar pengadilan menolak tuntutan terhadap pembatalan penutupan dolly. Karena ini sudah final dan mengikat,” jelas Holil, yang juga Pengurus Karang Taruna Surabaya.

Begitu Hakim, membacakan putusan yang isinya menolak tuntutan pembatalan penutupan dolly, maka beberapa pimpinan GP Anshor dan karang taruna langsung sujud syukur untuk mengapresiasi putusan tersebut. “Semoga putusan ini dapat menyelamatkan generasi bangsa dan menjalankan perintah agama, yaitu amar makruf nahi munkar,” pungkas Holil

(FD-Paul)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.