Demo Tukang Becak Motor di Ponorogo

JURNAL212, PONOROGO – Bumi Reyog Ponorogo, Jawa Timur dalam beberapa hari diguncang aksi demontrasi. Silih berganti elemen masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada penguasa di Kabupaten Ponorogo.

Kali ini, Jumat (19/1/2018) pagi hingga berita ini ditulis di Depan Paseban (Depan patung macan) Aloon-alon Utara Kabupaten Ponorogo sedang berlangsung aksi damai yang dilakukan oleh Paguyuban Bentor Mania Ponorogo terkait pelarangan operasional bentor di wilayah jalur protokol dalam kota Ponorogo diikuti sebanyak 50 orang dan sebagai Koorlap adalah Sunarso selaku Ketua Paguyuban Bentor Mania Ponorogo.

Aksi mendapat pengawalan Anggota Satuan Sabhara Polres Ponorogo sebanyak 25 orang dan Satuan Polisi Pamong Praja Ponorogo sebanyak 10 orang.

Selain memarkir becak motor para peserta unjukrasa juga melakukan aksi dengan cara menutup mulut dengan lakban sambil membentangkan poster atau spanduk dengan berbagai tulisan.

Adapun bunyi spanduk para tukang becak motor antara lain “Wis ditilang, didendo, ditahan.. terus kon piye.. ???”

Aksi cukup tertib walaupun di tengah cuaca gerimis dan hujan

Ada juga tulisan “Ora ngapusi, ora korupsi, neng malah ngrampasi” serta “Biarkan bentor berjalan karena halal”.

Bunyi kalimat lain adalah “Pak Bupati bagaimana kami bisa bekerja, kalau tidak bunuhlah kami” dan “Kami manusia bukan hewan kami butuh kemanusiaan bukan kehewanan” serta “Jangan hanya bisa bikin sengsara orang kecil”.

Yang menggelitik adalah mengeluh kepada Presiden Jokowi, yaitu “Pak Presiden tolong kami” maupun “Pak Jokowi Kamu Dimana” dan “Zaman Pak Markum becak dibantu mesin tempel, Zaman Pak Muhadi, Pak Amin dibantu pengadaan Bentor dgn Program P2KP. Pak Ipong datang sengsara yang ada” serta “Solusi tidak ada anak kami terancam putus sekolah”.

Aksi cukup tertib walaupun di tengah cuaca gerimis dan hujan. “Kami akan terus bertahan sampai tuntutan kami dipenuhi,” aku Sunarso. (reza)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.