oleh

Hendropriyono: Penempatan Prabowo Disesuaikan Hakikat Tantangan Saat Ini

Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (P) A.M. Hendropriyono menilai ada kesalahan penempatan kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia pun mengusulkan harus ada tata kerja yang baku di dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Hendropriyono mengatakan secara individu, orang-orang yang dipilih Jokowi untuk menduduki jabatan menteri memiliki kelebihan masing-masing. Namun menurutnya, beberapa orang menempati posisi yang tidak tepat.

“Ada yang baik sekali, ada yang lemah tapi bukan dalam arti kata individu, [tapi] dalam penempatan. Ada yang tempatnya enggak cocok dengan kepakarannya,” kata Hendropriyono. Jumat (25/10/19).

Dia menduga alasan Jokowi memilih menterinya karena didasari pemikiran bahwa segala sesuatu berdasarkan hasil kerja tim, bukan perorangan.

Dia pun mengusulkan perlu ada satu mekanisme tata kerja antarsektor, bahkan subsektor. Tak cukup hanya berdasarkan garis-garis kebijakan visi-misi presiden dan wakil presiden karena menurutnya penjabarannya tidak mudah.

“Sehingga kerjaan saling bantu, saling mengisi itu betul-betul terealisasi di tataran operasional,” ujar sesepuh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu.

Dia menilai kesalahan penempatan adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi. Karena itu menurutnya perlu ada satu metode yang baku tentang tata kerja di dalam kabinet.

“Mudah-mudahan kabinet ini bisa berjalan sempurna dengan kelebihan yang ada pada perorangan, saya lihat bisa menutup kekurangan yang ada dari kesalahan penempatan,” ujarnya.

Gejolak Kala Prabowo Jadi Menhan

Hendropriyono berkomentar terkait jabatan baru Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan. Menurutnya, penempatan Prabowo itu disesuaikan dengan hakikat tantangan saat ini.

“Dengan penempatan Prabowo di Kementerian Pertahanan, tentu saja itu fungsi bisa dijabarkan dalam pekerjaan yang lebih mumpuni oleh seorang Prabowo yang sudah sampai letnan jenderal berwawasan kebangsaan dan banyak tahu tentang ancaman, gangguan, hambatan yang dihadapi,” ujarnya. (Ucok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed