NGANJUK, Jumat 15/11/2019. Petugas gabungan dari Satpol PP, Polres, Kodim 0810, dan juga Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk melaksanakan razia di beberapa titik eks lokalisasi.
Pada saat penggerebekan, sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) banyak yang berusaha lari hingga bersembunyi di semak-semak. Ada pula yang bersembunyi di dalam kamar mandi, bahkan ada juga yang tidak mau keluar dari kamar sehingga harus didobrak pintunya oleh petugas.
Razia yang di awali dengan melakukan penggerebekan di tempat lokalisasi Kandangan Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom. Saat tiba di lokasi, petugas langsung bergerak dan berbagi peran masuk ke tempat-tempat yang dicuriga, ada dua kejadian yang menarik saat penggeledahan di lokasi pertama razia.
Yang pertama, saat petugas mencurigai kamar mandi yang dikunci dari dalam. Akan tetapi saat petugas berhasil masuk dengan mencongkel pintu, awalnya petugas tidak menemukan seorangpun. Akan tetapi setelah disisir, tepat di balik seng petugas mendapati seorang perempuan sedang bersembunyi, layaknya sedang main petak umpet. Dengan wajah penuh ketakutan, perempuan berbaju merah keluar dari balik seng sambil megatakan kepada petugas bahwa dia bukan PSK.
“Bukan saya pak (PSK nya), bukan saya, ini rumah saya pak,” tuturnya sambil mengangkat ke dua tangannya di hadapan petugas.
Kejadian menarik yang kedua, pada saat petugas mendapati salah satu kamar yang dikunci dari dalam. Petugas yang mencurigai, kalau penghuninya bersembunyi di dalam, maka petugas berusaha merayu agar segera keluar.
Setelah beberapa kali petugas meminta penghuni kamar keluar, akan tetapi yang di dalam kamar tidak mau membukakan pintunya, hingga akhirnya petugas terpaksa mendobrak pintu kamar tersebut.
Alhasil seorang perempuan paruh baya langsung keluar dari dalam kamar. “ Sambil berkata, maaf pak, maaf pak, maaf. Aku malu pak, malu. Mana temanku pak,” ungkapnya dengan nada merengek sembari menutup wajahnya di hadapan petugas.
Rajia berhasil mengamankan sekitar 11 PSK dan 2 orang lelaki hidung belang yang berhasil diamankan di lokasi pertama.
Sedangkan lokasi selanjutnya yang juga ada kejadian menarik yakni di area bantaran sungai Brantas sekitar jembatan lama Kertosono.
Saat tiba di lokasi tujuan, petugas langsung bergerak menyisir bantaran sungai. Tak pelak orang-orang di lokasi semburat berlarian. Bahkan sebagian bergegas membawa lari sepeda motornya.
Para petugas yang mengetahui sejumlah orang berlarian ke semak-semak bantaran sungai langsung melakukan pengejaran.
Seorang perempuan ditemukan bersembunyi di semak-semak pinggir sungai. Saat dipergoki petugas, perempuan tersebut sedang memegang roknya yang sudah tidak terpakai. Serta memegang sepasang sandalnya.
Semua yang terjaring razia digelandang ke kantor Satpol PP Nganjuk. “Total ada 15 orang yang kami amankan. Terdiri dari 13 perempuan, dan 2 orang laki-laki,” ujar Suprayogi, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Nganjuk.
Setelah diberi pemaparan di kantor Satpol PP, semua yang terjaring razia diambil sampel darahnya untuk mengetahui terjangkit HIV-AIDS atau tidak. Di karenakan, tujuan dari razia salah satunya yaitu mencegah penularan HIV-AIDS dalam praktek prostitusi.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa eks lokalisasi marak lagi, bergeraklah kami malam ini. Kami tidak ingin lokalisasi kembali beroperasi. Karena praktek itu juga HIV-AIDS bisa semakin tinggi peredarannya, itu yang kami tidak inginkan,” pungkas Suprayogi.(Aji)










