oleh

DENNY JA KISAHKAN JEJAK PERUBAHAN KULTUR POLITIK INDONESIA

-Berita-66 dilihat

Jakarta,Jurnalglobal.com
Konsultan politik Denny JA mengisahkan perubahan besar pada kultur politik Indonesia dalam buku terbarunya, Membangun Legacy: 10 P dalam Marketing Politik, Teori dan Praktik.

Denny JA mengisahkan, pada waktunya, Maret 2005 akan dikenang sebagai revolusi diam-diam dalam politik pemilu Indonesia.

“Saat itulah periode berakhirnya politik tradisional dan lahirnya politik modern yang mengawinkan politik praktis dengan ilmu pengetahuan,” ujar Denny JA.

Menurut Denny, sebelum Maret 2005, partai politik memenangkan pertarungan dalam pemilu dan pilkada berdasarkan insting dan pengalaman.

Tapi, sejak Maret 2005, ujar Denny, partai politik menggunakan data, riset, lembaga survei, dan konsultan politik untuk bertarung dalam pemilu atau pilkada.

Dikatakan, LSI Denny JA dan Partai Golkar yang memulai tradisi itu. Yaitu tradisi digunakannya lembaga survei untuk menjaring kandidat.

Denny JA mengisahkan momen itu dalam salah satu bab buku terbarunya yang terbit tahun ini.

Ia menulis berdasarkan pengalamannya, ikut memenangkan SBY sebagai presiden di tahun 2004, dan Partai Golkar juara kembali di tahun 2004.

Ia melobi Partai Golkar di tahun 2005, maka politik pemilu pun berubah.

Ditambahkan, untuk pertama kalinya di tahun 2005 itu partai politik menandatangani kerja sama dengan lembaga survei dan konsultan politik. Lingkaran Survei Indonesia/LSI Denny JA menjaring 200 calon kepala daerah untuk menghadapi pilkada langsung pertama di Indonesia.

Ia mengisahkan, Golkar saat itu diwakili Andi Matalata dan disaksikan Ruly Chairul Azwar. Denny mewakili LSI Denny JA.

Selanjutnya, kata Denny, tradisi partai politik menggunakan lembaga survei dominan hingga hari ini. Kultur politik Indonesia pun berubah dengan lahirnya para profesional di bidang pemasaran politik.

LSI Denny JA mencatat, tahun ini merupakan kiprah 17 tahun Denny JA menjadi praktisi konsultan politik dan lembaga survei.

Baca juga:  Reses DPRD Kabupaten Bogor di Kecamatan Babakan Madang Fokus Pembangunan Kantor Kecamatan

Ia mendapat penghargaan dari Majalah TIME dan memecahkan rekor dunia World Guiness Book of Record dan penghargaan dari Twitter Inc. Denny JA juga ikut memenangkan pemilu presiden langsung (empat kali berturut-turut), 33 Gubernur, dan 95 bupati/walikota. Selain itu, menorehkan beberapa rekor MURI terkait hitung cepat dan survei.

Melalui buku itu, Denny JA menyumbangkan teori baru dalam marketing politik, yang dirumuskan dalam 10 P yang terdiri atas Pro Innovation, Public Opinion, Polling, Product, Positioning, Profiling, Pull Marketing, Push Marketing, Post-Election, dan Political Legacy.

Denny pun membukukan pengalamannya dalam bentuk renungan teori marketing politik.

Menurut dia, seorang pemimpin tak cukup hanya menang pemilu dan menjadi pejabat. Ia harus pula membuat legacy, menyumbangkan “batu bata” bagi dinding pertumbuhan masyarakatnya.

Ia mengaku ingin ikut membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada seluas mungkin ke publik.

Buku hasil renungannya itu akan dibagikan gratis dalam bentuk digital. “Saya menulis sebagai bagian dari derma,” ujar Denny.
(ian)

Komentar

Kotak Berita