Jurnalglobal.com – Bank Dunia merilis data yang menunjukkan negara-negara berpendapatan kecil menengah dengan nilai utang luar negeri terbesar di dunia. Indonesia menempati peringkat 7 dari 10 negara.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menjelaskan, tidak hanya Indonesia, namun Negara lain pun mengalami kenaikan utang luar negeri yang signifikan. Bahkan beberapa negara lain, kata Sri Mulyani kenaikan utang mereka di atas 100% dari PDB dalam waktu yang singkat.
“Kalau kita lihat dari pembiayaan, selama ini kita bisa mendapatkan akses dari market secara reasonable. Ini juga karena Indonesia memiliki track record pengelolaan APBN yang selalu kita sampaikan ke seluruh stakeholder ke dalam negeri, maupun investor di dunia,” jelas Sri Mulyani Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara daring.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah melakukan secara hati-hati dan transparan setiap aliran dana yang mengalir di Indonesia, termasuk mengenai utang. Apalagi saat ini, dana APBN sangat dibutuhkan dalam menangani covid-19 dan pemulihan ekonomi.











Komentar