oleh

Penyerangan Karena Merasa Terhina, Bukan Kontestasi Pilkades

-Berita-2.873 dilihat

KLAPANUNGGAL -,Jurnalglobal. Com Peristiwa penyerangan salah satu bakal calon kades di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal berbuntut panjang. Setelah korban menyatakan penyerangan itu berkaitan dengan kontestasi Pilkades 2020, keluarga pelaku membantah hal tersebut.


Tini Prihartini, Bibi pelaku yang juga sebagai Kepala Desa Klapanunggal mengatakan, penyerangan yang melibatkan keponakannya itu merupakan spontanitas semata.

“Jadi tersebar video berisi salah satu calon kades yang tengah menghina kakak saya, ayahnya dia yang telah meninggal,” ujarnya kepada wartawan.(8/10)

Melihat video tersebut, keponakannya terpancing emosi lalu segera mendatangi rumah calon kades tersebut sembari membawa senjata tajam.

Perginya keponakannya tersebut juga tidak diketahui oleh dirinya dan anggota keluarganya yang lain. Oleh sebab itu, pihaknya membantah adanya aktor lain dibalik penyerangan pelaku.

“Siapa yang tidak marah ketika ayahnya yang sudah meninggal dihina seperti itu,” ungkap istri Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor, Iswayudi itu.

Namun, sambung Tini, kejadian tersebut malah dipolitisir pihak korban yang menyatakan penyerangan tersebut berkaitan dengan kontestasi politik.

Padahal, dirinya yang juga mencalonkan kembali sebagai calon kades Klapanunggal untuk periode ke tiga kalinya sudah menyampaikan kepada para pendukungnya untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga kondusifitas.

“Saya harap kompetisi ini berjalan dengan sehat melalui program visi dan misi bukan malah menjelek-jelekan pihak lain,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menyatakan peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan.

“Sementara ini hanya satu orang yang diamankan, untuk hukumannya masih didalami oleh penyidik, sementara barang bukti sajam jenis celurit,” jelasnya.

Pihaknya pun belum dapat memastikan apakah penyerangan tersebut memang berkaitan dengan musim pilkades atau masalah pribadi.

Meskipun begitu, dirinya mengimbau kepada seluruh warga Bogor menjelang pelaksanaan Pilkades ini agar jangan mudah terprovokasi.

Baca juga:  Masa Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Penuhi Kota Surabaya

“Intinya menjelang pilkades ini kami upayakan agar terlaksana dengan aman. Kita jaga sama-sama Bogor ini dalam situasi tenang apalagi di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.(Arif i)

Komentar

Kotak Berita