Bojonegoro. Jeritan petani kini semakin mendalam bagaikan pepatah lengkap sudah penderitaan. Hal ini yang sering di ungkapkan oleh para petani di Bojonegoro utamanya di Kecamatan Kedungadem, sejak mereka kesulitan mencari Pupuk.

Berbeda dengan pemberitaan yang sebelumnya di muat di media di katakan pupuk di Bojonegoro sudah memenuhi kebutuhan. Tapi nyatanya petani masih sangat kesusahan untuk mencari pupuk.
Salah satu petani Sukri asal Kedungadem mengatakan dirinya mencari pupuk sudah beberapa bulan ini tidak menemukan pupuk yang bersubsidi, bahkan di kios kios pupuk Desa selalu kosong.
Sukri menyesalkan atas pernyataan Dinas Pertanian beberapa pekan lalu katanya stok pupuk cukup untuk petani Bojonegoro.
“Kok bilang cukup cukup dari mana? nyatanya di setiap Desa petani menangis hanya urusan pupuk, Cek ke lokasi kalau emang ada,” Ujang Bapak Ini”,
Di tambakah oleh Sukri “kalau to pun ada pupuk di kios Desa itu pasti pupuk Non Subsidi, kalau pupuk Non Subsidi apa petani mampu membeli pupuk itu harganya aja selangit,” Katanya,”.
Sementara itu Amin Thohari pemuda asal kedungadem mengatakan kondisi pupuk langka memang di rasakan oleh para petani di kecamatan kedungadam bahkan mungkin juga se Bojonegoro.
Amin mengatakan kondisi ini jangan di biarkan berlarut larut kasihan petani kalau kondisi ini dibiarkan begini terus bagaimana nasib para petani. Harus di ingat, petani ini bagian dari penyangga negara di buktikan ketahanan ekonomi yang masih bisa bertahan dalam kondisi covid-19 ini salah satunya adalah komuditas pertanian.
Di tanya mengenai kekosongan pupuk bersubsidi di kios kios Amin mengatakan mestinya harus sudah tidak ada lagi kekosongan mengingat kemarin Dinas Pertanian Bojonegoro sudah mengumumkan melalui media, dikatakan bahwasanya stok pupuk terpenuhi, tapi kalau masih ada kekosongan berarti ada yang tidak beres.
Di tambakah oleh Amin kalau memang masih langka berati Dinas harus segera membuat trobosan atau regulasi untuk pendistribusian pupuk sampai ketangan petani dengan cara apapun, kalau masalahnya kartau tani ya mestinya ada cara lain karena kondisi lagi sangat tragis untuk petani,
“Bayangkan saja mereka pasti sangat kebingungan karena saat ini sudah memaauki musim tanam, tapi belum ada pupuk apa lagi yang sudah tanam pasti dia menagis” Ujar Salah satu pentolan PDI Pejuangan Bojonegoro ini.
“Gini aja lah, kalau memang Dinas menganggap pupuk sudah terpenuhi, Dinas dan pihak yang berwenang untuk melakukan sidak langsung menemui petani satu persatu,” Kata Amin.
Sementara hasil penelusuran redaksi, dari beberapa kios pupuk bersubsisdi di Kedungadem memang mengalami kekesongan.
Beberapa pernyataan masyarakat di sekitar kios yang di temui oleh reporter para petani menduga ada masalah yang harus di selesaika oleh Dinas.
Terkait apa persoalanya mereka mengatakan patut di duga kelangkaan di tahun 2020 ini penyerapanya sudah di laksakaan di awal tahun bahkan sudah sejak akhir tahun 2019.
Sehingga pupuk subsidi ini bisa bisa keluar di tahun 2021. Kalau benar begini berati ada indikasi permainan yang harus di selesaikan,” Katanya masyarakat ,” yang enggan di sebut namanya.
Sementara hingga berita ini di terbirkan pihak redaksi berusaha menghubungi pihak Dinas Pertanian Bojonegoro belum ada respon.( Hr )











Komentar