oleh

Tanjung Raya Kemilau Punya Gawe Seduluran Saklawase

Bekasi – Dirut PT Tanjung Raya Kemilau (TRK) bapak Rasian, saat memberikan sambutan dalam acara “TRK punya Gawe”, yang bertempat di Taruma Jaya, Bekasi, Minggu 06/10/19

Semangat yang di gelorakan Direktur Utama PT Tanjung Raya Kemilau (TRK), Rasian, dalam acara “TRK punya Gawe” yang digelar di RM Khas Betawi, di bilangan Banjir Kanal Timur (BT), Taruma Jaya, Bekasi.

Sekitar 200 anggota dan pengurus Paguyuban Pantura Seduluran Saklawase  (saudara selamanya) dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa dan Bali menghadiri kegiatan tersebut. Inilah suatu bentuk komitmen anggota paguyuban Seduluran Saklawase dalam upaya mempererat tali silaturahim antar pengawas jalan raya, yakni para praktisi di bidang jasa pendamping pengurusan angkutan truking.

Diakui Rasian banyak manfaat yang diperoleh dari silaturahim. Menurutnya, selain dapat mendatangkan keberkahan, dengan sering berkumpul atau silaturahim segala pesoalan yang dihadapi oleh masing-masing anggota akan menjadi lebih mudah diatasi karena dimusyawarahkan bersama-sama.

Lebih jauh diungkap Direktur PT TRK itu, profesi yang digeluti para anggota Seduluran Saklawase merupakan tugas yang lumayan berat dan memiliki resiko yang tinggi. Lantaran tugas yang dijalani ialah mengatasi beragam gangguan yang dialami para pengemudi truk (customer) di jalan raya.

“Tugas yang kita jalani ialah memberikan rasa aman kepada setiap(pengemudi) dari berbagai gangguan dan ancaman di jalan, seperti penodongan atau perampasan barang-barang milik pengemudi. Maka setiap ada truk custumer mengalami kerusakan atau mogok di jalan, anggota kami akan mendampinginya hingga keadaan dipastikan aman. Nah, inilah sebetulnya tugas atau karya kita,” kata Rasian.

Di tambahkan oleh Pembina Paguyuban Seduluran Saklawase, H. Suharto. Menurutnya kalau ada custumer yang menjadi korban kejahatan anggotanya tidak hanya mengecek ke TKP (tempat kejadian perkara) tapi harus mencari pelakunya hingga dapat dengan beragam cara. Hal itu, kata Suharto, sudah menjadi konsekwensi dari tugas yang dijalani para pengawas.

BACA  Marhaen Djumadi: Persiapan Alokasi Anggaran Pembangunan Waduk dan Bendungan Margopatut

”Wajar kalau kami melakukan hal itu. Karena kita dibayar oleh customer atau pengguna jasa kami. Makanya, kalau ada pengemudi yang menjadi korban kejahatan kita harus cari dimana itu pelakunya sampai ditangkap. Paling tidak kita berusaha secara maksimal,” ungkap Suharto sebagai penasehat dari paguyuban seduluran SAKLAWASE kepada Jurnalglobal pada acara “TRK Punya Gawe”.

Sekitar 60 anak yatim dan janda dhuafa memperoleh santunan pada acara “TRK Nduwe Gawe“

Santuni Anak Yatim Ibarat sayur tanpa garam. Lebih kurang seperti itu hal yang dirasakan Rasian apabila TRK menyelenggarakan kegiatan tidak memberi santuanan. Karenanya dalam acara “TRK Nduwe Gawe” juga Rasian mengundang sekitar 60 anak yatim dan janda duafa untuk menerima santunan. “Alhamdulillah sampai saat ini saya masih dipercaya Allah untuk menyantuni anak yatim dan duafa melalui rejeki yang saya dapat,” kata Rasian, bersyukur.

Bahwa rejeki yang ia peroleh dari segala usahanya terdapat rejeki para anak yatim dan orang-orang duafa. Hal inilah yang membuat setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa pendamping angkutan truking itu mengadakan perhelatan akbar selalu disertai acara santunan kepada anak yatim dan duafa. “Yah, saya Cuma jalanin amanat (Allah) saja,” tuturnya penuh syukur. (AGS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed