oleh

Tim PKM Unesa Bekali Guru-guru SMA Menulis Artikel Ilmiah

-Berita-53 dilihat

SURABAYA – Jurnalglobal.Com. Di tengah pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) gugus Kerjasama, Publikasi dan Internasional (KPI) Pascasarjana Unesa menyelenggarakan workshop, penulisan artikel ilmiah moda daring bagi guru-guru SMA/SMK di Jawa Timur pada Rabu, (14/7) dan Jumat, (28/8).
 
Foto : Tangkapan layar workshop penulisan dan penerbitan artikel ilmiah bagi guru SMA

Dosen Unesa, Tsuroyya selaku pemateri menuturkan, tujuan diadakannya workshop untuk melatih dan meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah bagi guru SMA/SMK.

Kedua, memfasilitasi guru SMA/SMK mengikuti pelatihan di tengah keterbatasan anggaran sekolah untuk peningkatan SDM. Ketiga, membantu pengembangan karier guru, terutama untuk kenaikan jabatan fungsional yang memerlukan persyaratan publikasi artikel ilmiah.
 
“Diharapkan peserta workshop dapat menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya secara rutin. Selain itu, peserta bisa menjadi motivator bagi kolega lain di sekolah masing-masing untuk menulis artikel ilmiah,” beber Tsuroyya.
 
Peserta yang mengikuti workshop, lanjut Tsuroyya terlebih dahulu mengumpulkan draf artikel ilmiah melalui Google form yang sudah disediakan. Selanjutnya, proses konsultasi dilakukan secara daring melalui grup telegram.

“Artikel yang masuk akan dikaji tim PKM Gugus KPI Pascasarjana Unesa dan dikembalikan lagi ke peserta,” lugasnya.
 
Lima artikel terbaik dari peserta akan mendapatkan dana publikasi dari tim PKM KPI Pascasarjana Unesa. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi tim kepada peserta sekaligus memotivasi peserta lain untuk dapat mempublikasikan artikelnya.

Sementara itu, Dosen Pendidikan Matematika FMIPA Unesa, Ahmad Wachidul Kohar menambahkan, diadakannya workshop pelatihan menulis ilmiah dikarenakan kondisi yang belum stabil atau dengan kata lain ada suatu kondisi yang harus diperbaiki, adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan serta munculnya kesenjangan antara teori dan praktik.  
 
“Pola pembelajaran saat ini cenderung mekanistik. Artinya, berpusat pada guru, media pembelajaran yang kurang inovatif, terlalu fokus pada peningkatan kemampuan kognitif saja serta motivasi siswa yang rendah,” terangnya.
 
Adapun workshop diikuti 120 peserta masing-masing sesi pertama 72 peserta dan sesi kedua 37 peserta. Mereka dibimbing empat dosen Unesa, yakni Slamet Setiawan, Binar Kurnia Prahani, Tsuroyya, dan Ahmad Wachidul Kohar. (ari)

Baca juga:  Simak Pengakuan Mereka, Kisah Nyata Orang-Orang Sembuh Dari Covid-19

Komentar

Kotak Berita