oleh

Rancangan Pembentukan Sat Pol Air Guna Mengamankan Perairan Di Wilayah Hukum Polres Tuban

-Berita-75 dilihat

Tuban – mempunyai letak yang strategis yakni kota perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah dan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terletak di pesisir Pantai utara yang panjang pantai mencapai 65 km serta akan dibangunnya Mega proyek strategis Nasional pembangunan kilang minyak Pertamina Rosneft hal ini menjadi pertimbangan perlunya dibentuk satuan Polair untuk mengamankan perairan di Wilayah hukum Polres Tuban.

Kamis (22/10/2020), Kepolisian Resor Tuban menerima kunjungan dari Tim Rorena Polda Jatim terkait Studi Kelayakan pembentukan Satpolair di wilayah hukum Polres Tuban, Rombongan Tim dipimpin Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim AKBP Moh. Bashori, S.I.K., didampingi Kasubbagstrabang Bagstrajemen Kompol Roni Jusuf, S.H bersama Anggota diterima oleh Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.,

Rombongan tiba di Polres Tuban sekitar pukul 08.00 wib dan langsung mengadakan rapat koordinasi di ruang rapat Sanika Satyawada Polres Tuban, turut hadir dalam rapat para PJU, Kasi Kesbangpol Chusnul Y., Staf ahli Bupati bidang Perekonomian Kartono , Kasi Sarpras dinas perikanan kabupaten Tuban Sdr. Warsito, BPBD, perwakilan Satpolair pos Tambakboyo.

Dalam sambutannya Kapolres Tuban menyampaikan bahwa pengajuan pembentukan Sat Polair di wilayah Tuban sudah sejak 2017 silam. “Polres Tuban sudah sejak 2017 mengajukan Pembangunan Sat Polair, Kami juga sudah memperoleh Hibah tanah dan sudah bersertifikat sejak tahun 2011 seluas 6.710 m² di kecamatan Bancar tidak jauh dari bibir pantai” Ucap Kapolres kelahiran Ngawi.

Lebih lanjut Ruruh menyampaikan pertimbangan yang mendasar diajukannya pembentukan Sat Polair di wilayah hukum Instansi yang dipimpinnya adalah letak geografis ” Luas wilayah laut kurang lebih 22.608 m² dan garis pantai 65 km dan sepanjang pantai tersebut ada pelabuhan-pelabuhan yang strategis antara lain Pelabuhan TPPI, Semen Indonesia, Holcim, PLTU Tanjung awar-awar dan sebentar lagi ada pembangunan Mega proyek Kilang Minyak Pertamina Rosneft, itu yang mendasari Polres Tuban mengajukan segera di bangunnya Sat Polair, mengingat saat ini cuma 7 personil Polair yang ada, itupun dari ditpolair” Jelas Ruruh.

Baca juga:  Unesa Beri Edukasi untuk Mahasiswa yang Terdampak Pandemi Covid-19

Sejalan dengan pernyataan Kapolres Tuban, Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim AKBP Moh. Bashori, S.I.K. menyampaikan hasil coffe morning dengan Kapolda Jatim bahwa Polres Pesisir yang belum memiliki Sat Polair agar melakukan pengusulan “Alhamdulillah kemarin dari Polres Tuban sudah mengusulkan dan saat ini kita sedang melakukan studi kelayakan apakah itu di setujui atau tidak yang pertama adalah kesiapan dari Polres yang kedua adalah partisipasi dan dukungan dari Instansi lain, kemudian masyarakat menyatakan saat ini kami benar-benar perlu kehadiran Kepolisian khususnya Sat Polair dan sebagainya, ini adalah yang sangat penting sehingga Kita bisa meyakinkan bahwasanya memang Sat Polair yang ada di Tuban ini memang penting untuk di bentuk Satuannya” Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kasi Sarpras dinas perikanan kabupaten Tuban Sdr. Warsito menyampaikan kepada Tim kendala saat ini karena belum terbentuknya Sat Polair di Wilayah Tuban “Kita apabila ada suatu koordinasi selalu ke Ditpolair tanjung perak pak, ini terkendala dengan jarak dan lain sebagainya, Kita terkendala dengan luasnya jangkauan, sedangkan permasalahan yang ada di kabupaten Tuban ini banyak diantaranya perbatasan dengan Jawa tengah, sehingga permasalahannya dengan area tangkap nelayan, pembentukan Sat Polair di Kabupaten Tuban ini sangat di butuhkan sekali bapak sehingga bisa memudahkan kami dalam berkordinasi sehingga kami berharap bisa menuntaskan semua masalah yang selama ini menjadi kendala” Tandasnya.

Setelah selesai melakukan rapat koordinasi Tim Rorena langsung bergeser menuju lokasi di pantai mamer ds. Margosuko kec. Bancar untuk melakukan peninjauan dan survei lokasi.(aliyus)

Komentar

Kotak Berita