oleh

Empat hari ke depan pekerjaan Kodim 0621seleseai. Bila ada tanah keluar bukan kita

-Berita-61 dilihat

Cibinong Bogor -,Jurnalglobal. Com-,
Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Sukur Hermanto akhirnya angkat bicara perihal kesimpangsiuran pemberitaan yang beredar dimasyaakat perihal program Karya Bhakti Skala Besar TNI, saat ditemui Jurnal Bogor diruangan nya, Senin (16/11)

Dalam penjelasannya Letkol Sukur Hermanto menjelaskan bahwa Kodim hanya menjalankan program Karya Bhakti Skala Besar di sepanjang jalur Hambalang sepanjang 1,1 km, dan armada yang kami bawa itu memiliki ciri khusus seperti tulisan dan tanda pengenal yang harus dibawa oleh pengendara.

“Material tanah memang kita buang keluar / dadap untuk pengurukan, jika tidak kita keluarkan akan jadi gundukan baru, walaupun kita buang keluar tapi kita tidak komersilkan, justru kita mengeluarkan anggaran untuk mengeluarkan material pembukaan jalan jalur puncak 2 Hambalang” Kata Dandim.

Lanjutnya, kami tegaskan kalau kami tidak bekerja sama dengan pihak swasta/pengusaha penggali lainnya yang memanfaatkan program pemerintah ini, kita hanya terfokus pada program kami dengan anggaran yang kami punya, perihal adanya pengusaha yang ikut menggali dilokasi tersebut itu diluar sepengetahuan kami dan diluar tanggung jawab kami.

“Kekisruhan yang sempat ada kita sudah selesaikan/jelaskan baik dengan masyarakat maupun dengan aparat desa setempat bahwasannya kita hanya membuka jalur untuk puncak 2,dan itu hanya sepanjang jalan dengan panjang 1,1 km, adapun armada yang kita gunakan itu maksimal 60 rit/hari, itu pun jika cuaca cerah, jika cuaca hujan kita tidak mengelurkan material dari lokasi, program karya bhakti skala besar ini dengan masa kerja 50 hari namun melihat situasi sudah hampir rampung kami pastikan dalam waktu 4 hari kedepan terhitung dari sekarang program TNI Karya Bhakti Berskala Besar selesai, jika masih ada mobil yang keluar mengangkut material tanah dari lokasi tersebut itu bukan kami (Kodim) “Tegasnya.

Baca juga:  Perusahaan Mobil Listrik TESLA akan Bangun Pabrik di Indonesia

Senada, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Infanteri Andika menjelaskan bahwa saat terjadi polemik di lapangan dengan adanya program Karya Bhakti Skala Besar ini sudah dijelaskan jika kami hanya membuka jalur puncak 2 Hambalang, dan itu sudah dilakukan rapat pertemuan di Lorin Hotel, baik untuk penggunaan akses jalan maupun untuk sistem keluar material tersebut.

“Banyak nya yang mengutip nama Kodim itu kami pastikan Oknum yang berlindung dalam program Karya Bhakti ini, karena saat selesai kesepakatan dengan desa dan masyarakat, terjadi pertemuan kembali antara kepala desa Hambalang dan kepala desa kadumangu dengan para penggali diluar program TNI tersebut, dan kami tidak menghadiri pertemuan tersebut karen itu bukan kewenangan kami”Jelas Pasiter Andika.

Menurutnya, saat itu Kodim sudah menindak tegas adanya mobil yang masuk selain dari Kodim, tindakan yang kami lakukan adalah mengeluarkan isi tanah dari mobil tersebut, karena didapati tidak mengantingi izin kami dan supir tidak memiliki kartu yang kami berikan.

“Pekerjaan Karya Bhakti ini sekitar 4 hari lagi kami selesaikan, jadi ketika masih ada mobil yang membawa material tanah itu bukan program TNI, silahkan bisa langsung cek lapangan dan tanyakan kepada aparat desa dan muspika setempat jika 4 hari dari sekarang masih ada aaktifitas galian di jalur tersebut, kita punya anggaran sendiri untuk program sendiri untuk program Karya Bhakti Skala Besar tersebut, dan kami pastikan armada kami saat keluar dari lokasi kondisi ban sudah bersih tidak membawa tanah. “Pungkas Pasiter Andika.(Arif i)

Komentar

Kotak Berita