oleh

Tiga Pemalak Sopir Truk di Proyek Tol Lampung-Palembang

Lampung – Tiga pemalak sopir truk di proyek Tol Lampung-Palembang ditangkap polisi. Ketiga pelaku itu diamankan setelah video pemalakan viral di media sosial.

pemalakan terjadi pada Sabtu (28/9). Seorang sopir truk merekam pemalak yang meminta uang Rp 50 ribu di dekat jembatan Sodong, Mesuji.

Dalam video terlihat beberapa pelaku di lokasi akses tol menghentikan truk-truk yang melintas. Pelaku berkelompok dan meminta uang ‘keamanan melintas’.

“Pemalakan di tol, sudah dapat duit Rp 250 (ribu) ini, habis, hancur. Ini masih Rp 50 ribu lagi,” kata sopir truk saat merekam aksi pemalakan, Selasa (1/10/2019).

“Ini Rp 50 ribu saja, habis duit. Udah habis Rp 300 ini. Kerja kalau cara seperti ini, ya remuk-remuk,” ucap sang sopir sembari memberi uang Rp 50 ribu.

Setelah viral video tersebut, tim Reskrim Polres Mesuji dan Polres Ogan Komering Ilir (OKI) langsung mengecek lokasi.

Tim menyusuri proyek di Tol Trans Sumatera, Lampung-Palembang. Dari penyusuran tersebut, Polres Mesuji menangkap tiga pelaku pemalakan saat menunggu sopir truk. Mereka ditangkap tanpa perlawanan.

“Tim kami gerak cepat setelah ada video viral pemalakan tol Palembang-Lampung kemarin. Total tiga pelaku kami amankan,” kata Kasatres Polres Mesuji AKP Dennis saat dimintai konfirmasi.

Dua Pelaku Kabur

Dikatakan Dennis, ketiga pelaku, yakni Saktu Safei (26), Ahmad (29), dan Tendi (37), merupakan warga Ogan Komering Ilir. Ketiga pelaku ditangkap pada Senin (30/9/2019) saat menunggu sopir truk melintas di kawasan tol.

“Mereka sebenarnya ada lima orang di lokasi, dua berhasil kabur dengan cara masuk ke sungai. Semua ngaku sudah memalak sopir truk, tarifnya Rp 50-100 ribu,” kata Dennis.

Selain tiga pelaku, Dennis mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti uang hasil pemalakan sopir truk dan senjata tajam.

BACA  Gaspol Indonesia Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Senjata tajam digunakan pelaku untuk mengancam sopir truk yang tidak memberi uang. Terakhir, Dennis memastikan sopir truk yang dipalak adalah sopir truk di proyek tol Trans Sumatera. Sebab, saat ini ruas Tol Palembang-Lampung belum dibuka untuk umum.

“Truk yang menjadi korban truk suplai bahan pembangunan tol di dalam tol. Sebenarnya itu nggak boleh diganggu, kami sudah kerja sama dengan Polres OKI. Kami hunting terus setiap malam,” katanya.

“Saya ingin jelaskan bahwa jalan tol itu belum dibuka untuk umum. Jadi bukan pemalakan di jalan tol ya, tapi di daerah proyek tol karene belum resmi operasi,” tutupnya. (RFA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed